Hubbul Quran

Posted by Unknown Sunday, October 6, 2013 0 comments
Kak  sudah magrib yuk kita ngaji bersama bunda,
Yu bunda sebentar By masih cari buku ngajinya tadi ditas sekarang kok nggak ada ya?
Coba Qolby cari di meja belajar mungkin disana, benar bunda ada disini kata qolby sambil tersenyum senang . Itulah percakapan singkat setelah sholat magrib.
Membiasakan anak untuk mau belajar mengaji sejak dini sangatlah penting supaya anak ketika besar sudah menjadi kebiasaan dengan harapan anak senang belajar Al Quran.
Di Tk Al hikmah surabaya belajar mengaji wajib dan dilakukan setiap hari, Pembelajaran mengaji dilaksanakan selama 1 jam dengan pembagian waktu 15 menit pertama hafalan surat pendek , 15 kedua membaca alat peraga secara klasikal dan 30 menit berikutnya mengaji secara individual.
Khusus untuk pembelajaran ngaji ini TK Al Hikmah akan memberikan apresiasi bagi siswa kelompok B yang bisa mengaji sesuai target yaitu dalam acara Hubbul Quran,
Ingin tau acara Hubbul Quran........Yuk semangat ya ngajinya.


Baca Selengkapnya ....

Melatih Komunikasi dan Percaya Diri

Posted by Unknown 0 comments
Mendidik anak usia dini diperlukan kesabaran dan "ketelatenan". Anak usia dini memang unik. Antara satu anak dan anak yang lain tentu berbeda meskipun mereka dalam usia yang sama. Dikarenakan anak yang sangat unik tersebut, maka orang dewasa (dalam hal ini orangtua maupun guru), harus punya kiat-kiat khusus atau jurus khusus dalam mendidik anak. Bagaimana mendidik anak yang mempunyai keunikan?
Mendidik anak yang pertama adalah mengenalkan Allah SWT, kemudian diikuti dengan memberikan layanan sesuai kebutuhan anak masing-masing. Ada anak yang berkebutuhan bermain dulu sehingga anak senantiasa eksplor. Namun ada anak yang sudah mengenal aturan dan sudah dapat bersosialisasi dengan baik.
Nah, foto disamping adalah satu kegiatan anak bercerita di hadapan teman-temannya ketika tema "Riwayatku" berakhir. Anak-anak latihan mengenalkan diri, nama ayah, kesukaan dan yang terpenting anak latihan percaya diri dalam berkomunikasi dengan orang lain. Kegiatan seperti ini akan sering dialami oleh anak-anak sehingga ke depan anak-anak dapat mudah berkomunikasi di hadapan umum. Semoga bermanfaat. (Iluy)


Baca Selengkapnya ....

BELAJAR DARI ANAK

Posted by Unknown 0 comments
" Bu guru, ada yang membuang buku mengaji di tempat sampah..." lapor salah seorang anak sesaat setelah saya kembali masuk ke kelas dari mengajar mengaji di kelas lain.

Dalam hati, saya akan menasehati panjang lebar si pelaku bahwa perbuatan yang ia lakukan itu tidak baik karena buku mengaji adalah..........(bla...bla....bla....). harapan saya anak yang melakukan itu menyadari kesalahan dan tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut. Namun sebelum itu saya harus mengetahui dulu siapa si pelaku...

"Teman-teman siapa yang membuang buku mengaji di tempat sampah?" saya menanyakan di depan anak-anak yang sedang makan bekal.

"Saya..." salah seoarang anak, Rahman namanya mengangkat tangan dengan wajah murung.
Spontan saya mendekati si anak dan siap untuk mulai menasehati ('CERAMAH').
Tiba-tiba, " Bu guru, Alhamdulillah Rahman jujur..." celetuk Keisya yang duduk tepat di depan Rahman.

"Subhanalloh...," saya  berbisik dalam hati. Sesaat mulut saya terkunci mendengar kalimat apresiasi dari si kecil Keisya kepada temannya, walaupun perilaku Rahman dipandang oleh orang dewasa adalah sebagai perbuatan buruk, tapi di sisi lain Keisya mampu melihat sisi positif temannya yang perlu diapresiasi.Di sini saya mencoba belajar dari anak kecil, yaitu memberikan apresiasi kepada sisi positif orang lain walaupun ada sisi buruk yang menonjol dari orang tersebut.

" Alhamdulillah kamu jujur nak...!" saya usap kepala Rahman. Rencana untuk memberikan 'CERAMAH' berubah menjadi rasa empati. Setelah menanyakan sebab ia membuang buku mengaji, saya meluruskan bahwa pebuatan dia belum betul dan memberikan alternatif perbuatan yang boleh dilakukan.

Di balik semua kejadian tentang buku mengaji yang berada di tempat sampah, yang perlu kita garis bawahi adalah dari mana kalimat apresiasi 'JUJUR' yang terlontar dari mulut mungil Keisya. Perlu diketahui bahwa selama satu bulan Keisya dan teman-teman murid TK Al HIkmah mendapatkan pembelajaran karakter di Sentra Karakter tentang 'Kejujuran'. Kesimpulan dari semua cerita di atas adalah pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Selain dapat membentuk karakter positif pada anak, juga dapat menularkan karakter positif anak tersebut kepada orang yang lebih dewasa "BELAJAR DARI ANAK"


Baca Selengkapnya ....

Sikap Kritis Si Kecil

Posted by Unknown 0 comments

Pagi ini cukup cerah dan nuansa ceria sudah terasa saat aku memasuki gerbang sekolah. Samar-samar terdengar suara musik yang mengalunkan lagu anak-anak. Tiba-tiba dari arah belakang sebuah tangan mungil menepuk pinggangku....Senyuman manis tersungging dari mulut mungil Brian. "Bu Guru...hari ini aku ingin pencet bell yaa..." wajah lugunya memelas penuh harap. Sudah satu minggu ini Brian bersemangat untuk menekan bell masuk sekolah. Sebuah semangat tampak dari matanya yang berbinar saat permintaannya disetujui.
Seketika langkah mungilnya meluncur ke ruang TU. " Bu...koq gordinnya belum dibuka ? AC juga belum dinyalakan ? ini kertasnya koq banyak di meja bu guru...ditata yang rapi ya..." pertanyaannya si kecil meluncur dengan deras sembari mengamati hal-hal yang kurang tepat. Rasa ingin tahu dan daya kritisnya mulai menjelajah di setiap ruangan yang diamati. Kucoba menjawab semua pertanyaan dengan penuh sabar, kupilihkan kata-kata yang mudah dipahami untuk memenuhi rasa ingin tahunya Setelah mendengar penjelasan Brian kecil menganggukkan kepala tanda mengerti.
Brian kecil yang belum genap berusia 5 tahun ini telah memiliki bekal untuk menjadi pemimpin besar. Sikap kritis dan inisitif terhadap lingkungan muncul secara natural. Kepolosan dan daya kritisnya bisa diarahkan pada hal-hal yang membangun dia untuk senantiasa bisa peduli pada hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Dukungan dan bimbingan yang membangun akan semakin menguatkan sikap dan kepribadiannya. Yang kelak akan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan jaman di masa depan.
Bagi orang tua sikap positif yang perlu dibangun adalah memahami setiap rasa ingin tahu dan kekritisan anak sebagai bensin untuk perkembangannya " curiousity is the fuel of development " (NIZ)

Baca Selengkapnya ....

PENTINGNYA PENDAMPINGAN ANAK USIA DINI

Posted by Unknown 0 comments


Bapak, ibu, saudara yang dirachmati Allah...Memiliki seorang anak adalah anugerah dan amanah besar yang tiada henti untuk kita syukuri, bagaimana tidak, dengan memiliki anak kita diberi kesempatan oleh Allah untuk senantiasa banyak belajar. Belajar menjadi ibu, belajar menjadi ayah, belajar menjadi guru, belajar  menjadi teman, dst. Anak-anak sangat membutuhkan pendampingan kita, terutama pada saat masa usia keemasan mereka, jangan sampai kita melewatkan masa tersebut karena masa itu tidak akan terulang kembali. Melewatkan masa tsb sama dengan kita kehilangan jendela kesempatan buat mereka.


Sharing dari kami,semoga bermanfaat...Khumairoh

Baca Selengkapnya ....
Tutorial SEO dan Blog support Online Shop Tas Wanita - Original design by Bamz | Copyright of KBTK AL HIKMAH SURABAYA.